Karena Cinta Itu Sempurna,,

"Untukku hidup adalah perjalanan, petualangan atau cara lain Tuhan memberi tahu aku bagaimana cara bersenang-senang. Aku tahu Tuhan pasti menentukan tujuan hidupku. Aku tidak perlu mencarinya. Aku hanya harus menunggu Ia menunjukannya...

Kehidupanku diawali dari sebuah kelahiran, tentu saja. 2,95 kg, 51 cm. Penuh rasa ingin tahu tapi juga kebingungan. Akan kemana? Menjadi apa? Sampai Tuhan memberiku petunjukNya satu-persatu. Scoliosis. Mika. HIV/AIDS. Dan kepergian Mika...

Awalnya petunjuk-petunjuk itu tampak seperti benang kusut. Aku bisa menyentuhnya tapi sulit untuk menemukan ujungnya agar aku bisa mengurainya secara berurutan. Aku bahkan sempat mengira semuanya adalah bencana. Lalu Tuhan membantuku untuk mengurutkan semuanya, menempatkan segala peristiwa yang diberikanNYA sebagai reaksi berantai."



Begitulah sinopsis yang terpampang di cover belakang novel tersebut. cukup menarik, terlebih ada kata scoliosis disitu..yap, gw pun mengidap penyakit yang sama.

awal baca, cukup menarik bagaimana Indi menggambarkan tentang penyakitnya.. tentang seperti apa alat besi(yang terkenal dengan nama brace) yang harus dipakaI 23 jam sehari itu.. juga tentang bagaimana rasanya bagian punggung sebelah kanan kita berbeda dengan punggung sebelah kirinya, serta bagaimana rasa linu yang menyerang di bagian punggung yang berbeda tersebut.

Hal menarik lainnya dari novel ini adalah tentang Mika.. gw belum baca buku pertama Indi yang berjudul Waktu Aku Sama Mika, tp membaca sedikit cerita tentang Mika di novel ini sungguh membuat novel ini menjadi lebih menarik dan tidak monoton.

Sepertinya Indi cukup memiliki kehidupan yang cukup indah dalam hal cinta.. dia memiliki seorang Mika yang tak kalah indahnya... dan saat Mika pergi, muncul Ray yang kemudian lebih melengkapi keindahan itu...memang hanya dengan membaca novel ini saja, kita tidak tahu seberapa sedih kehidupan Indi saat kehilangan Mika, juga seberapa sulit hidupnya saat berjuang melawan scoliosis...but still for me, it's like a fairy tale...and i believe, this is truly happened to her...lucky you Indi :-)

ga ada yang sempurna di dunia..begitu juga dengan novel ini...menurut gw, cara bercerita Indi dalam novel ini terlalu terburu-buru...dengan sub-judul dan isinya yang terlalu singkat serta perpindahan masa yang juga begitu singkat, saat gw baca novel ini gw merasa berlari dari satu alur ke alur yang lain.

Selain itu, sebagai sesama penderita scoliosis, entah mungkin memang dia yang terlalu mendramatisir, atau mungkin gw yang tidak mengalami hingga sejauh itu, tp menurut gw, cara Indi bercerita tentang penyakitnya itu terlalu melebih-lebihkan. bagaimana sakit yang ia rasakan bahkan jika seseorang hanya menyentuh punggungnya saja. gw gak ngerasain hal itu...padahal derajat scoliosis yang gw idap pun cukup besar (gw lupa tepatnya berapa derajat), tapi gw gak pernah tuh merasakan sakit hanya karena dipengang punggungnya oleh seseorang.

Bahkan saat Indi bercerita bagaimana malunya dia saat harus di rontgen berkali-kali dan berbagai posisi disaat usianya masih cukup muda saat itu, gw ngerasa kalo hal itu berlebihan... gw mengalami hal yang sama di usia yang hampir sama pula, dan gw gak pernah tuh merasakan hal sampai sejauh itu.. entah mungkin pikiran Indi yang sudah cukup dewasa saat itu, atau pikiran gw lah yang masih terlalu kekanak-kanakan, namun menurut gw, hal itu berlebihan. and furthermore, gw jadi ngerasa bosan membaca novel ini. Mungkin karena yang aku rasakan tidak seberlebihan yang Indi rasakan, jadinya aku bosan dengan bagian saat Indi berserita tentang scoliosis nya... dan hasilnya, yang lebih aku cari dan aku nikmati hanyalah saat Indi bercerita tentang Mika. itu saja...

novel novel novel…

aku suka baca, terutama baca novel…dan dari dulu seneng banget kalo pergi ke toko buku dan baca2 sinopsis novel<ga sanggup beli, jadi baca sinopsisnya aja dulu..baru deh nabung 😀 *padahal pas uangnya uda kekumpul, novel yang mau dibeli dah jadi jadul :lol:>

dah sekarang, sejak tanggal 1maret2011 kemaren aku resmi punya kerjaan, aku pun berniat untuk menyisihkan[gaya] uang ku untuk beli minimal satu novel tiap bulannya. kenap novel sih yang dibeli? kenapa ga buku2 ‘pelajaran’ kayak biografi tokoh, buku psikologi, dkk? ga tau deh, kurang tertarik aja sama buku2 kayak gitu.. bukan aku ga suka, tapi emang kurang tertarik aja..jadi aku mau baca buku gitu kalo bukunya pinjem or dikasih orang..tp kalo beli sendiri, aku pasti akan lebih tertarik beli novel..mungkin ada yang berpendapat gak berbobot banget sih bacaannya..tp ya suka2 gw donk..gw beli novelnya jg pake duit sendiri qo *ini qo aku malah jadi ngomel2 sendiri gini c?? 😆

btw,karena bulan maret udah lewat, means aku uda gajian dunk *gak penting so, kemaren aku belanja novel ke palasari…aku beli 3novel dari gaji pertama aku itu..dan berikut cuplikan ketiga novel itu..eng ing enggggg….. *naon c? 😆


Novel ini isinya tentang pertahanan[halah] seorang wanita karir yang ingin mempertahankan keperawanannya sampai dia nikah nanti, dimana dilingkungan kehidupannya, keperawanan a.k.a viginity udah jadi barang “mewah” yang uda super duper langka *hiiiiiiii…mirissss
awal baca buku ini, agak males juga…sedikit ngebosenin..tapi makin belakang ternyata makin bikin penasaran…so, lanjut baca dan ternyata *for me buku ini bagus…nunjukin sesuatu yang berharga tentang sebuah penantian dan cinta.. *ceileeeee


kalo yang ini, sebenernya bukan novel, tapi kumpulan cerpen…eh. gak kumpulan cerpen juga sih, tp kumpulan surat cinta.. 😀
jadi buku ini isinya kumpulan surat cinta dari sayembara nulis surat cinta yang diadain gagasmedia. ada macem2 surat cinta di dalem sini..dari yang untuk orang tua, untuk pacar, sampe untuk binatang kesayangan. dari yang nyentuh banget ampe bikin aku bilang “iyaaa..bener bangeeettt” sampe yang bahasanya kelewat berbobot buat aku dan aku pun jadinya ga ngerti tuh surat maksudnya apa..haha 😆
dan dari semua surat yang ada di dalem sana, aku paling suka suratnya Raditya Dika…so simple, tapi ngena 😀


yang ketiga judulnya pillow talk…maap belom ada gambarnya, ga tau kenapa nih internet kantor seujug2 sekonyong2 ga bisa upload gambar 😦 (beberapa menit kemudian : eh, udah bisa…so, udah ada gambarnya :-D)
pillow talk ini novel, isinya tentang cinta sama sahabat sendiri…ada sepasang sahabat yang sebenernya mereka saling cinta, tapi berpegang pada alesan “gak mau ngerusak persahabatan” akhirnya mereka sama2 mendem perasaan itu dan gak berani saling ngungkapin perasaan masing2.

dan sekarang, aku dah gak sabar pengen balik bandung dan beli novel2 laen…buruan gajian dunkkkk…. 😆